Kapan Seharusnya Orang Tua Mulai Mendidik Anak?

Posted on 28 June 2009. Filed under: Keluarga (Parent) |


bayi
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir sebetulnya telah memiliki kemampuan belajar, belajar sesuatu yang tidak kompleks, tetapi tetap belajar. Bayi yang baru lahir dapat merekam pengalaman-pengalaman yang terjadi di sekitarnya karena seorang bayi sangat sensitif terhadap
kondisi di lingkungan sekelilingnya. Misalnya, seorang bayi akan cepat belajar untuk menggoyangkan kakinya jika anda menyentuhnya atau menghubungkannya dengan sesuatu yang bergerak, misalnya mainannya.

Pengetahuan yang luas akan cepat ditangkap oleh seorang bayi dimana hal ini akan sangat berpengaruh pada perilaku berikutnya. Orang tua dapat mulai mendidik anaknya sejak ia lahir. Awalnya dengan menyediakan sebuah lingkungan yang didalamnya mencakup bermacam-macam stimulation sensory (rangsangan). Jika orang tua menstimulasi bayinya dengan cara seperti ini maka akan meningkatkan kemampuan belajarnya.

Pada awal pendidikan anak anda, mainan memainkan peranan penting. Mainan dalam usia awal bayi menyediakan rangsangan-rangsangan yang dapat mempengaruhi kemampuan anak. Ketika anak mulai tumbuh dan mulai bermain dengan obyek ia akan lebih mengerti mengenai fungsi dan isi dunia ini, ia menemukan bahwa mengangkat barang, menjatuhkan barang, merasakan sesuatu atau memindahkan barang adalah pengalaman belajar yang sangat berharga.

Dalam usianya yang kedua tahun, ketika ia bermain dengan mainannya yang memberikan reaksi sewaktu ia melakukan sesuatu terhadap mainan itu, tidak hanya mempesona si anak tetapi juga memberinya pikiran bahwa ia dapat merubah lingkungan diluar dirinya. Jika mainan diberikan kepada anak sebagai obyek untuk memenuhi keingintahuan dan minatnya dalam mengekplorasi lingkungan makan anak sebaiknya tidak usah memiliki banyak mainan.

Memang banyak mainan yang mendidik dijual di pasaran. Tetapi kadang harganya mahal dan terlalu sulit dimainkan. Bagaimanapun orang tua jangan kekurangan akal atau putus asa karena tak mampu membelikan mainan untuk anaknya. Peralatan rumah tangga khususnya alat-alat dapur dapat menarik minat anak untuk dijadikan mainan. Begitu juga dengan obyek sehari-hari yang terdapat disekitar kita dapat memberikan keuntungan bagi perkembangan intelektual anak. Tetapi perlu dicatat bahwa orang tua jangan menggunakan mainan sebagai rewards atau imbalan untuk perilaku baik si anak atau menjadikan mainan untuk mendapatkan kasih sayang orang tua.

Sebelum anak mulai mengerti bahasa, bermain adalah hal yang paling esensial untuk belajar. Kemudian bila anak telah mulai untuk mengerti suatu bahasa, ia akan belajar melalui pembicaraan. Anak akan mulai bertanya dan menuntut jawaban. Setiap anak yang pertanyaannya dijawab, akan memiliki keinginan untuk terus menerus bertanya dan mendapatkan jawaban.

Faktanya anak-anak melewati tahapan dimana mereka bertanya hanya karena ingin bertanya sehingga pertanyaan yang ditanyakan selalu diulang-ulang dan orang tua harus menjawab jawaban yang sama terus menerus. Anak-anak tampaknya senang bahwa mereka dapat menggunakan orang tuanya untuk mengatakan sesuatu yang telah dikatakan sebelumnya. Kadang orang tua mendapat kesan bahwa pertanyaan gencar dari anaknya untuk membuat orang tua tetap ditempat sehingga dapat menerangkan lebih banyak tentang dunia ini.
Beberapa orang tua kadang memaksa anaknya untuk belajar. Mereka meletakkan gambar besar yang penuh kata-kata di sekeliling tembok rumah mereka supaya anak mereka dapat mengenal kata-kata. Orang tua yang memaksa anaknya belajar sebetulnya tidak menolong anaknya untuk belajar melalui proses yang wajar / layak. Malah kadang orang tua tampak seperti guru di sekolah formal dimata anaknya sehingga kehilangan hubungan yang wajar antara orang tua dan anak. Orang tua yang memaksa anaknya belajar sebetulnya hanya memuaskan kebutuhan mereka sendiri untuk menunjukkan betapa pintarnya anak mereka. (from: almuslim.or.id)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: