”Menjilati” Polusi dengan ”Lidah Mertua”

Posted on 30 June 2009. Filed under: Home |


LIDAH

ImageTENTU, bukan lidah mertua betulan. “Lidah” yang satu ini hanyalah tanaman yang bernama Latin Sansevieria trifasciata atau Sansevieria zebrine. Bentuknya yang mirip pedang dengan ujung lancip dianalogikan sebagai lidah mertua. Kehadirannya berfungsi memperindah ruangan sekaligus menyerap dan “menjilati” polusi sehingga udara di sekitar cukup
bersih untuk dihirup. Dari bentuk pertumbuhannya, sansevieria dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang tumbuh memanjang ke atas (berukuran berkuran 50-75 cm) dan berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset (panjang 8 cm, lebar 3-6 cm). Kelompok panjang memiliki daun meruncing bak mata pedang sehingga dikenal pula sebagai tanaman pedang-pedangan.

Daun tumbuhan ini tebal dan banyak mengandung air (sukulen). Oleh karena itu, ia sangat tahan kekeringan. Akan tetapi, dalam kondisi lembap atau basah, ia juga bisa tumbuh subur. Warna daunnya beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan ada juga yang berwarna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Demikian pula motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun sangat beraneka. Ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag. Daun tersebut tumbuh langsung dari rimpang akar di dalam tanah.

Ada beberapa jenis Sansevieria, di antaranya S. cylindrica, S. liberica, dan S. trifasciata. Ketiganya harus cukup mendapatkan cahaya matahari. Jika terus-menerus disimpan di tempat teduh, warnanya akan memudar. Sebab itu, kalau ia diijadikan tanaman hias dalam ruangan, keluarkanlah setidaknya seminggu sekali, agar mendapatkan cukup sinar matahari.

Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. Berdasarkan hasil penelitian NASA bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu memerangi Sick Building Syndrome. Lidah mertua mampu memberikan napas segar bagi ruangan di mana ia ditempatkan karena sepanjang hidupnya ia terus-menerus menyerap zat berbahaya di udara.

Tanaman ini mudah tumbuh di lingkungan mana pun. Untuk menanamnya, siapkan media tanamnya dengan tingkat kelembapan sedang, yaitu campuran satu bagian tanah, satu bagian kompos atau pupuk kandang, dan satu bagian pasir. Setiap 4 hingga 5 kg media sebaiknya ditambah 1 sendok teh super phospate 20% dan 2 sendok teh pupuk.

Penyiraman dilakukan sehari sekali jika cuaca panas. Saat musim hujan, cukup siraman dari air hujan saja. Agar tumbuh subur, lakukan pemupukan setiap 3-4 bulan sekali. Bagi tanaman baru, pemupukan harus menunggu 4-6 bulan kemudian.

Perbanyakan lidah mertua cukup mudah, yakni dengan menanam langsung potongan rimpang (rhizome) yang sudah ditumbuhi anakan. Pada beberapa jenis Sansevieria, anakan tumbuh dari batang yang terdapat di atas permukaan tanah. Bila menemukan hal semacam ini, jangan terburu-buru melepasnya dari indukan. Tunggu sampai si anak itu berakar dan tumbuh kuat.

Selain menanam potongan yang telah berakar, lidah mertua juga dapat ditanam de-ngan cara stek (menanam potongan daun). Akan tetapi, cara ini membutuhkan waktu lebih lama, yakni 1-2 bulan hingga tumbuh akar. Jagalah daun Sansevieria agar tidak patah atau rusak karena dapat mengakibatkan pertumbuhan daunnya terhenti. Selain lidah mertua, tanaman kaktus dan jenis-jenis palem (Rhapis Sp.) juga dipercaya mampu membersihkan ruangan dari pencemaran udara. (Dra. Dessy Rikara, Apt.)

(Sumber : anekaplanta.wordpress.com)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: