Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Posted on 1 July 2009. Filed under: Ekonomi Syariah |


Sistem perbankan syariah berbeda dengan sistem perbankan konvensional, baik secara prinsip maupun dari sistem operasionalnya. Secara mendasar perbedaan tersebut bisa dilihat pada prinsip yang melandasi beroperasinya kedua sistem perbankan tersebut. Perbankan syariah menggunakan prinsip bagi hasil, sedangkan
bank konvensional menggunakan prinsip bunga.

Perbankan syariah tidak hanya sekedar bertujuan untuk mendatangkan keuntungan semata, tetapi harus pula memperhatikan kaedah-kaedah syar’iyah dalam agama Islam. Tidak hanya untuk kepentingan bisnis semata, tetapi harus pula memperhatikan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam ajaran agama Islam. Perbankan syariah merupakan setengah dari pengejawantahan sistem ekonomi Islam yang memiliki cakupan cukup luas.

Di dalam perbankan konvensional terdapat kegiatan-kegiatan yang dilarang oleh syariah Islam, seperti menerima dan membayar bunga (riba), membiayai kegiatan produksi dan perdagangan barang-barang yang diharamkan seperti minuman keras (haram), kegiatan yang sangat dekat dengan gambling maisir) untuk transaksi-transaksi tertentu dalam foreign exchange dealing, serta highly and intended speculative transaction gharar) dalam investment banking.

NO

BANK SYARIAH

BANK KONVENSIONAL

1

Berdasarkan prinsip investasi bagi hasil

Berdasarkan tujuan membungakan uang

2

Menggunakan prinsip jual-beli

Menggunakan prinsip pinjammeminjam uang.

3

Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan

Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kreditur-debitur

4

Melakukan investasi-investasi yang halal saja

Investasi yang halal maupun yang haram

5

Setiap produk dan jasa yang diberikan sesuai dengan fatwa Dewan Syariah

Tidak mengenal Dewan sejenis itu.

6

Dilarangnya gharar dan maisir

Terkadang terlibat dalam speculative FOREX dealing

7

Menciptakan keserasian diantara keduanya

Berkontribusi dalam terjadinya kesenjangan antara sektor riel dengan sektor moneter

8

Tidak memberikan dana secara tunai tetapi memberikan barang yang dibutuhkan (finance the goods and services)

Memberikan peluang yang sangat besar untuk sight streaming (penyalah gunaan dana pinjaman)

9

Bagi hasil menyeimbangkan sisi pasiva dan aktiva

Rentan terhadap negative spread

Perbedaan Bagi Hasil dan Bunga

NO

BAGI HASIL

BUNGA

1

Penentuan besarnya nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung-rugi.

Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung

2

Besarnya bagi hasil adalah berdasarkan nisbah terhadap besarnya keuntungan yang diperoleh

Besarnya bunga adalah suatu persen-tase tertentu terhadap besarnya uang yang dipinjamkan

3

Besarnya bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek/usaha yang dijalankan. Bila usaha merugi maka kerugian akan ditanggung oleh pemilik dana, kecuali kerugian karena kelalaian, salah urus, atau pelanggaran oleh mudharib.

Besarnya bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa mempertimbang-kan apakah proyek/usaha yang dijalankan oleh nasabah /mudharib untung atau rugi

4

Tidak ada yang meragukan keabsah-an bagi-hasil

Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama termasuk Islam

Referensi

Muhammad Syafii Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktek, Jakarta: Gema Insani Press, 2001

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: