Syukur Pengundang Nikmat

Posted on 2 July 2009. Filed under: Artikel Islami |


Adalah kenyataan yang kita saksikan sehari-hari, ternyata kebahagiaan yang dirindukan bukanlah hal yang mudah untuk didapat. Kita sering mendapati orang-orang yang pusing dan nelangsa karena tidak punya uang. Namun bersamaan dengan itu kita pun sering melihat orang yang didera rasa stress dan was-was melekat pada orang yang justru diberi banyak dan kelebihan uang atau harta. Sedangkan yang lebih sengsara lagi adalah orang yang banyak hutang, bahkan duniapun jadi sempit.

Begitu pun dengan rupa, harta, kedudukan, kekuasaan, gelar dan aksesoris duniawi lainnya yang dimiliki, ternyata sama sekali tidak bisa menjadi jaminan akan dapat hidup tentram dan bahagia. Apakah sebabnya?

Andaikata kita ambil perumpamaan, silahkan bayangkan jika ada sebuah lemari kaca penuh dengan aneka makanan yang nampak lezat tapi terkunci rapat. Manakah yang perlu lebih dulu kita pikirkan? Isi lemari atau kunci lemari? Tentu saja bagi siapapun yang normal cara berpikirnya akan berupaya mencari kuncinya terlebih dahulu. Karena mati-matian ingin menikmati isi lemari tapi kalau tidak memiliki kuncinya, sama dengan menyiksa diri membuat penderitaan tiada akhir, akibat didera keinginan yang tidak akan pernah tercapai.

Namun, sayangnya ada pula sebagian orang yang lebih sibuk memikirkan ‘isi lemari’ daripada sibuk mengetahui dan menguasai kuncinya. Itulah sebabnya hidup ini menjadi sulit untuk bahagia. Hari demi hari yang dilalui, hanya menjadi perpindahan dari was-was ke takut, dari cemas ke gelisah, dari bingung ke tegang, begitu seterusnya tanpa sejenakpun dapat mengecap nikmat kebahagiaan.

Ketahuilah bahwa dalam kenyataan hidup pun tak jauh beda, mirip dengan perumpamaan diatas. Sehebat apapun keinginan untuk menikmati hidup ini, tapi tidak mengetahui kuncinya maka kebahagiaan yang diidam-idamkan hanya akan ada dalam angan-angan saja. Kalaupun merasa mendapat kebahagiaan, sesungguhnya hal itu semu belaka, atau bagai mengejar bayang-bayang yang tak pernah akan terkejar.

Camkanlah bahwa kunci pembuka pintu lemari nikmat hidup itu bernama ‘syukur’, artinya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapan bagi dia dapat menikmati episode demi episode hidup ini dengan benar.

Memiliki kemampuan bersyukur berarti pula dapat mengikat nikmat yang ada dan mengundang nikmat lebih besar yang belum ada, sesuai janji Allah ‘Dan ingatlah tatkala Tuhan-mu memaklumkan, sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’ [Ibrahim:7]

Dengan demikian, wajib bagi siapapun yang merindukan hidup bahagia, bagi siapapun yang ingin menikmati episode demi episode yang dikaruniakan-Nya, untuk memahami dan membiasakan diri untuk selalu bersyukur atas segala nikmat dan karunia-Nya.
Sumber: nitefoxy.wordpress.com

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: