Pengorbanan Mush’ab Untuk Islam

Posted on 3 July 2009. Filed under: Ibroh |


Cerita di bawah ini dapat memberikan kita inspirasi untuk tetap teguh terhadap keimanan kita kepada Allah SwT dan Rasulullah Saw dengan menjaga diinul Islam dengan sebaik-baiknya, meskipun dalam perjalanannya banyak sekali kesulitan yang kita hadapi dalam menjaga keimanan tersebut.

Pemuda Mush’ab bin Umair adalah seorang yang gagah dan tampan. Dia juga merupakan keturunan dari keluarga bangsawan, yang kaya harta, tidak pernah kekurangan dalam hidunya.

Tetapi, itu semua berubah tatkala ia menyatakan diri masuk Islam. Keluarganya membujuknya untuk kembali ke agama nenek moyang dan menyembah Tuhan yang mereka yakini. Sampai-sampai Mush’ab disiksa dengan keji. Namun, itu semua tidak membaut ia mneyerah dan kembali ke agama semulanya. Bahkan keimanannya semakin kuat dan teguh.

Klimaksnya adalah ketika ia diusir dari keluarganya dan dikucilkan. Berarti ia melepaskan gelar kebangsawanannya dan lenyaplah gelimang harta yang selam ini ia miliki. Tetapi, itu tidak membuat ia sedih. Baginya, daripada hidup mewah di sangkar emas, tapi batinnya terbelenggu, lebih baik hidup menderita namun tetap dlam keimanan.

Sejak itu, rangkaian kesulitan dan penderitaan melilit pemuda yang dulu hidup mewah itu. Meskipun miskin, ia tetap merasa bahagia.

Ada sebuah riwayat yang menggambarkan kesulitan yang melilit pemuda ini sampai-sampai mush’ab tidak mampu membeli pakaian untuk menutup tubuhnya. Yang dimiliki cuma selembar kain. Bila kaki ditutup, kepalanya telanjang. “hai Mush’ab, tutpi saja kakimu dengan daun dzikir,” kata Nabi yang ikut haru melihat sahabatnya itu.

Pengorbanan yang diperlihatkan oleh pemuda Mush’ab yang awalnya bergelimang dengan harta, yang tidak pernah kekurangan dalam hidupnya. Rela meninggalkan kenikmatan tersebut demi keimanan kepada Allah SwT dan Rasulullah dengan memeluk diinul Islam.
Bagaimana dengan kita yang selalu mampu mencukupi kehidupan kita, mampu membeli pakaian yang mewah, makanan yang enak, alat transportasi yang nyaman, rumah yang indah, sudahkah kita memberikan pengorbanan kepada Islam sebagaimana Mush’ab melakukan pengorbanan demi keimanannya kepada Allah SwT dan Rasulullah Saw. Wallaahu ‘alam. (Zarkasih)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: