Kriptologi Al Kindi

Posted on 14 July 2009. Filed under: Home |


Foto Al-kindi
KRIPTOLOGI atau seni memecahkan kode sudah ditemukan ilmuwan Islam sejak berabad silam. Dalam kitab berjudul Risalah fi Istikhraj al-Mu’amma, filsuf Al-Kindi (801-873 M) menuliskan naskah untuk mengurai kode atau sandi yang sulit dipecahkan.
Pria kelahiran Kufa, Arab ini bernama lengkap Abu Yusuf Yaqub Ibnu Ishaq Ibnu As-Sabbah Ibnu ‘Omran Ibnu Ismail Al Kindi. Tak hanya menemukan, ia juga mengklasifikasikan sandi-sandi rahasia itu serta menjelaskan ilmu fonetik Arab serta sintaksisnya. Pentingnya lagi, dalam bukunya ini ia mengenalkan penggunaan beberapa teknik statistika untuk memecahkan kode-kode rahasia.
Kitabnya mengenai kriptografi terwujud mengingat dia pakar di bidang ilmu hitung/matematika. Di area ilmu ini, ia menulis empat buku mengenai sistem penomoran dan menjadi dasar bagi aritmatika modern. Kindi berkontribusi besar dalam bidang geometri bola, bidang yang sangat mendukungnya dalam studi astronomi.
Persinggungannya dengan dunia ilmiah di pusat ilmu pengetahuan Islam pada zaman keemasan di Baghdad dimulai saat ia melamar sebagai penulis kaligrafi di House of Wisdom, akademi terpopuler kala itu. Bersama Al Khawarizmi dan Banu Musa bersaudara, ia ditugasi menerjemahkan karya-karya Yunani ke dalam bahasa Arab oleh khalifah Al Makmun. Sebenarnya, Al Kindi tak banyak terlibat dalam penerjemahan langsung. Sebab tugas intinya hanyalah menyunting naskah.
Bekerja di bidang sandi rahasia dan pesan tersembunyi dalam naskah-naskah asli Yunani dan Romawi mempertajam nalurinya dalam bidang kriptoanalisa. Ia menjabarkannya dalam sebuah makalah, yang setelah dibawa ke Barat beberapa abad sesudahnya diterjemahkan sebagai Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages.
Di dalamnya terungkap, satu cara untuk memecahkan kode rahasia jika kita tahu bahasanya, adalah dengan menemukan satu naskah asli yang berbeda dari bahasa yang sama. Lalu kita hitung kejadian-kejadian pada tiap naskah. Pilah menjadi naskah kejadian satu, kejadian dua, dan seterusnya. Kemudian kita lihat teks rahasia yang ingin kita pecahkan, dan mulailah mengklasifikasikan simbol-simbolnya. Kita lalu menemukan simbol yang paling sering muncul, lalu ubahlah dengan catatan kejadian satu, dua dan seterusnya itu, sampai seluruh simbol itu terbaca.”
Teknik Al Kindi ini kemudian dikenal sebagai analisa frekuensi dalam kriptografi, yaitu cara paling sederhana untuk menghitung persentase bahasa khusus dalam naskah asli, persentase huruf dalam kode rahasia, dan menggantikan simbol dengan huruf.
Selain dikenal lewat kriptografi, dalam dunia Islam dan dunia pada umumnya Al Kindi dikenal sebagai filsuf Arab kenamaan. Karya-karyanya yang luar biasa menempatkannya pada posisi tertinggi di bidang ilmu pengetahuan. Namun meski dikenal sebagai seorang filsuf kenamaan asal Dinasti Abassiyah, ia juga menguasai berbagai cabang ilmu lainnya seperti kedokteran, matematika, musik, astrologi, dan ilmu optik.
Ia juga sangat mengagumi pemikiran-pemikiran filsuf Yunani-Romawi khususnya Socrates dan Aristoteles. Pengaruh dua tokoh ini bisa dilihat dalam karya-karya Al Kindi di kemudian hari. (Esthi/dari berbagai sumber)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: